BPD DIY Bima Perkasa sukses meraih kemenangan pertama di ajang Piala Raja Jogja Istimewa Cup 2019 setelah menyudahi perlawanan Satya Wacana Salatiga 83-74 Rabu (2/10) malam. Membaiknya akurasi tembakkan Nuke Tri Saputra dan kawan-kawan jadi salah satu faktor kemenangan. Dalam laga yang digelar di GOR Amongraga itu akurasi tembakkan para pemain Bima Perkasa mencapai 45 persen, lebih baik dari laga pertama menghadapi Pacific Caesar yang hanya 28,8 persen.

“Kita hari ini bisa perbaiki akurasi tembakkan dan itu kuncinya. Malam ini kami main sebagai tim. Baru terasa atmosfer kompetisinya karena di pertandingan pertama semua main di bawah form. Sekarang kami benar-benar siap,” kata Nuke Tri Saputra.

Membaiknya akurasi tembakkan Bima Perkasa sudah terlihat sejak kuarter pertama dan kedua. Mereka membukukan 51 persen field goals sebelum turun minum dengan keunggulan 40-28. Di kuarter tiga dan empat skuad yang diarsiteki Raoul Miguel Hadinoto itu mampu menjaga jarak poin lalu mengakhiri laga dengan 83-74.

Nuke mencetak 24 poin, terbanyak di antara pemain Bima Perkasa. Center anyar Bima Perkasa, Leonard Efendy, mencetak 15 poin dan 8 rebound. Catatan yang sama dibukukukan Azzaryan Pradhita. Dari kubu Satya Wacana Salatiga, Antoni Erga menjadi penyumbang angka terbanyak 27 angka.

Selain akurasi tembakkan, kemenangan Bima Perkasa atas Satya Wacana Salatiga, bagi Nuke karena tim bisa mengelola emosi sejak dari dalam ruang ganti. Sebelum pertandingan para pemain Satya Wacana Salatiga melakukan pemanasan sambil berteriak, tanda perang psikologis ke para pemain Bima Perkasa yang hanya berjarak 10 meter dari mereka. Galank Gunawan, kapten Bima Perkasa sempat memeringatkan rekan-rekannya tetap tenang mengatasi hal tersebut.

“Biasa itu begitu, psywar di lorong ruang ganti pemain. Kami enggak terpengaruh, bisa mengelola emosi dan enjoy. Itu juga jadi kuncinya,” tutup Nuke.