Satya Wacana Salatiga memang gagal menghentikan laju Tim Nasional (Timnas) basket Indonesia di ajang Piala Raja Jogja Istimewa Cup. Dalam pertandingan yang digelar di GOR Amongraga, Kamis (3/10) petang, Namun Satya Wacana mampu mengimbangi kecepatan Timnas di kuarter pertama sampai bikin degdegan Andakara Prastawa dan kawan-kawan. Namun skuad besutan Efri Meldi itu keteteran menghadapi rotasi pemain dan fastbreak Timnas di kuarter tiga dan empat hingga akhirnya menyerah 81-41.

Muhammad Hardian Wicaksono mencatat poin, tertinggi dalam pertandingan diikuti Abraham Damar Grahita dengan 14 poin. Di kubu Satya Wacana Salatiga, Brian Praditya mencatat 12 poin.

Cio Manuputty, kapten Satya Wacana Salatiga membeberkan sebelum pertandingan mereka dibebaskan pelatih untuk bermain seperti apa melawan Timnas. Kebebasan itu sempat membakar semangat para pemain, terutama pelapis di bangku cadangan.

“Pelatih bilang kami harus enjoy lawan Timnas hari ini. Tetap bermain seperti biasa, di dua kuarter bisa mengimbangi tapi kuarter tiga kesulitan. Banyak pemain yang tampil bagus tadi,” beber Cio Manuputty.

Timnas memang dikejutkan Satya Wacana di kuarter satu dan dua. Mereka hanya unggul dua angka, 22-20 di kuarter pertama. Di kuarter dua lay up Ardian Ariadi bikin skor imbang 31-31. Rajko Toroman, pelatih timnas merespon permainan impresif Satya Wacana Salatiga dengan timeout yang berbuah manis. Usai timeout, Timnas bermain layaknya tim yang diisi para jagoan basket Indonesia. Taktik fastbreak Andakara Prastawa dan kawan-kawan memperpanjang jarak di akhir kuarter dua 47-32.

Defense juga membaik, tak mudah bagi pemain Satya Wacana melakukan tembakkan ke arah ring Timnas. Taktik sama diperagakan Timnas di kuarter tiga. Ditambah rotasi pemain yang efektif sekaligus tak mengurangi kecepatan, mereka menutup kuarter tiga dengan 63-36. Dengan akurasi tembakkan sebesar 47,6 persen di kuarter empat mereka menyudahi perlawanan Satya Wacana Salatiga 81-41.

Valentino Wuwungan membeberkan bahwa selama pertandingan para pemain diminta tidak mengendurkan intensitas serangan maupun pertahanan. Sempat kecolongan di kuarter satu dan dua, Rajko, bebernya minta pemain kembali ke permainan semula.

“Kami enggak boleh kasih kendor sama pelatih meski level turnamennya ini diikuti antarklub. Kami harus main pakai intensitas yang sama, sistem yang sama. Kami diminta pasang standar tinggi tadi biar kepercayaan diri pemain juga tambah,” terang center Timnas itu