Aksi Nuke Tri Saputra di Piala Raja Jogja Istimewa Cup 2019 memukau pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia Rajko Toroman. Catatan 17 poin per gim dari empat pertandingan yang dibukukan pemain bernomor punggung 1 BPD DIY Bima Perkasa cukup menyita perhatiannya. Pelatih asal Serbia itu bahkan menyebut Nuke pemain paling menonjol selama Piala Raja.

“Dia (Nuke) pemain yang bagus. Atletis saat menyerang dan bertahan. Punya tembakkan yang bagus juga, dia satu-satunya yang menarik perhatian saya di turnamen,” terang pelatih yang akrab disapa Toro itu.

Dalam pertandingan terakhir fase grup melawan Timnas di GOR Amongraga Sabtu (5/10) malam Nuke membukukan 20 poin, tertinggi dalam laga. Sebelumnya, ia mencetak 9 angka lawan Amartha Hangtuah, lalu naik ke 24 poin saat mengalahkan Pacific Caesar, dan 15 poin menghadapi Satya Wacana Salatiga. “Sangat disayangkan musim lalu dia enggak main di liga tertinggi, padahal saya sangat menyukai permainan dia. Saya enggak tahu bagaimana ke depannya, yang pasti buat saya dia pemain bagus,” sambung Coach Toro.

Bima Perkasa memang kalah 74-55 lawan Timnas. Namun Bima Perkasa mampu menekan perolehan angka Timnas. 74 poin yang dicatatkan Kaleb Ramot Gemilang dan kawan-kawan jadi yang terkecil selama Piala Raja. Timnas mencetak 81 poin lawan Satya Wacana Salatiga, 97 poin lawan Pacific Caesar, dan 78 poin kontra Amartha Hangtuah.

Pemain Bima Perkasa lain yang cukup menonjol dalam pertandingan adalah kapten Galank Gunawan. Pemain berjuluk “King Rebound” ini mencatat 7 kali rebounds, mengungguli para center Timnas. Bermain selama 24 menit Galank cuma melakukan foul sebanyak satu kali. Begitu juga Ali Mustofa yang mendapat minute play banyak dari pelatih Raoul Miguel Hadinoto dengan mencetak 8 poin dan 4 rebounds.

Namun kekalahan tuan rumah atas Timnas menggagalkan misi Bima Perkasa ke babak final Piala Raja. Mereka harus puas memperebutkan peringkat tiga dengan Satya Wacana Salatiga Minggu (6/10) sore di GOR Amongraga. Sementara Timnas akan menghadapi Amartha Hangtuah di partai final