Usai ditunjuk menjadi Manajer Teknis Kepelatihan Bank BPD DIY Bima Perkasa, Kartika Siti Aminah langsung tancap gas. Ia sudah merancang rencana jangka panjang tim termasuk pola perekrutan pemain dan pelatih. Salah satu program yang tengah ia susun adalah mengombinasikan pemain muda dan senior.

“Kandidatnya sudah kami susun. Ada pemain yang berpengalaman sampai pemain muda yang siap terjun ke profesional plus bibit muda,” bebernya.

Rencana jangka panjang itu ia susun usai mengevaluasi tim musim lalu. Sejumlah kelemahan ia kumpulkan lalu dibuat formula khusus memperbaikinya. Khusus pemain muda Kartika berharap bisa menemukan pemain asal DIY ke depannya.

“Kami inginnya di sana (tim) ada pemain asal Yogya biar basket di DIY bisa berjenjang sampai profesional, tidak hanya sampai di Universitas atau sekolah saja,” sambung sosok di balik kegemilangan Surabaya Fever meraih gelar juara WNBL 2012 itu.

Manajemen mendukung rencana itu karena berkomitmen penuh memajukan tim. Untuk pemain muda sekolah basket Bima Perkasa Academy salah satu jawabnya karena bisa mencetak bibit muda sekaligus memberi akses ke liga tertinggi. Sekolah basket Bima Perkasa Academy bahkan dilatih oleh orang-orang berpengalaman. Ada Barra Sugianto, pebasket yang menjadi bagian Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Ali Mustofa penggawa Bank BPD DIY Bima Perkasa, dan Danny Kusuma.

“Dalam suatu tim pro, tidak hanya pelatih dan pemain saja yang harus bekerja keras, manajemen juga harus berjibaku. Itulah tim ini di mana semuanya bekerja keras,” tambah perempuan yang akrab disapa Ika itu