Manajemen Bank BPD DIY Bima Perkasa memutuskan tidak memperpanjang kontrak pelatih kepala Raoul Miguel “Eboss” Hadinoto. Manajemen juga tidak memperpanjang kontrak dengan dua asisten Eboss yaitu Risdianto Roeslan dan Moosa Permadi, serta Fadli Sonjaya selaku staf pelatih. Manajer Bank BPD DIY Bima Perkasa, Dyah Ayu Pratiwi menjelaskan meski cukup berat berpisah dengan Eboss keputusan ini sudah diambil dengan banyak pertimbangan dan dipikirkan sangat matang.

“Tiga tahun terasa sebentar, coach Eboss memberikan dampak untuk tim yang pada saat itu baru berusia setahun. Sukses selalu coach Eboss, all the best untuk ke depannya dan sampai jumpa lagi. Kekancan saklawase,” beber manajer yang akrab disapa Tiwi itu.

Belum ada pergantian tongkat estafet kepelatihan usai habisnya kontrak Eboss. Sudah ada beberapa nama yang dikantongi manajemen namun siapa saja sosoknya masih disimpan. Untuk sementara latihan mandiri Nuke Tri Saputra dan kawan-kawan akan dipimpin Dewanta Putra Aji dengan menu fisik dan pengembalian kondisi tubuh. “Mas Aji akan memimpin latihan fisik dan menerima laporan perkembangan para pemain untuk sementara,” sambung Tiwi.

Eboss menjadi pelatih kepala Bank BPD DIY Bima Perkasa sejak Agustus 2017 menggantikan Liem Jiang Rien. Ditemani Moosa Permadi sebagai asisten, pelatih yang sempat menangani Citra Satria Jakarta, Kalila, Garuda Bandung, Timnas putri Indonesia, dan Siliwangi ini mengubah wajah tim di tahun pertama lalu berhasil memperbaiki peringkat klub di liga. Setahun berselang Risdianto Roeslan bergabung di bangku asisten. Kombinasi Eboss-Risdianto-Moosa mampu membawa Bank BPD DIY Bima Perkasa lolos ke babak playoff IBL untuk pertama kalinya setelah pindah ke Yogyakarta.

“Terima kasih untuk owner dr.Edy Wibowo, para pemain, dan seluruh orang yang berjuang bersama untuk Bima Perkasa. Terima kasih atas kesempatan bekerja bersama. Sebuah kehormatan sekaligus pengalaman berharga buat saya,” kata Eboss.