BPD DIY Bima Perkasa kurang maksimal di laga perdana Piala Raja Jogja Istimewa Cup Selasa (1/10) malam. Bertanding di depan dukungan Kanca Bima di GOR Amongraga Yogya, skuad besutan Raoul Miguel Hadinoto kalah 64-59 dari Amartha Hangtuah. Buruknya akurasi free throw jadi sebab kekalahan Galank Gunawan dan kawan-kawan.

“Hari ini free throw anak-anak belum bagus. Dari 34 kali cuma masuk 17. Di luar itu anak-anak sepertinya ada beban, maksudnya mau menampilkan yang terbaik tapi di lapangan beda,” kata pelatih yang akrab disapa Eboss itu ditemui usai laga.

Pemain anyar Hangtuah, Fisyaful Amir mencetak angka terbanyak dalam pertandingan. Ia menorehkan 16 poin dan 8 rebound. Dari Bima Perkasa, rookie Tifan Eka Pradita mencatat 15 angka. Sedangkan Nuke Tri Saputra mencetak 11 angka sama dengan Restu Dwi Purnomo. Pemain teranyar Vincent Sanjaya menyumbang lima angka. Eboss memberi catatan khusus untuk penampilan Tifan.

“Cukup terkejut sebenarnya dia impresif sekali bisa cetak 15 angka tapi, masih ada kesalahan sedikit, biasa rookie mistake. Tapi enggak apa-apa, baru pertandingan pertama,” sambung Eboss.

Di hari ke-2 Piala Raja Rabu (2/10) sore nanti di tempat yang sama Bima Perkasa bakal dijajal Satya Wacana Salatiga. Di hari pertama, Satya Wacana sendiri tampil impresif dengan menaklukkan Pacific Caesar 84-51. Ardian Ariadi membukukan 22 poin dan 8 rebounds disusul Antoni Erga dengan 13 poin. Di kubu Pacific Caesar Jorge Gabriel Senduk mencetak 19 angka disusul Yerikho Tuasela dengan 15 poin.

Efri Meldi, pelatih Satya Wacana Salatiga, puas dengan penampilan para pemain lawan Pacific yang tidak diperkuat Indra Muhammad. Ia cukup senang melihat anak asuhnya bisa main sesuai sistem yang dirancang tim pelatih.

“Saya puasnya itu karena semua poin yang didapat adalah hasil dari sistem yang kami rancang lalu dilatih terus menerus. Selain itu ya syukur deh tembakannya anak-anak wangi malam ini,” kata Meldi ditemui usai pertandingan.

Shooting para pemain Satya Wacana Salatiga memang kerap menemui sasaran sejak kuarter pertama. Dengan field goals 38,9% di kuater satu mereka unggul 19-11 atas Pacific. Meski menurun di kuarter dua, Satya Wacana masih bisa menjaga jarak dengan skor 33-25 sebelum jeda. Akurasi tembakkan Satya Wacana meningkat di kuarter tiga sampai ke 42,1 persen. Ardian Ariadi membawa Satya Wacana unggul 62-35 berkat tembakan tiga angka empat kali berturut-turut. Di 10 menit terakhir kedua tim banyak menurunkan pemain mudanya lalu mengakhiri pertandingan dengan skor 84-51.

Tentang penampilan Ardian Ariadi sendiri Coach Meldi tidak terkejut. Dia tahu bahwa akurasi tembakkan tiga angka pemain bernomor punggung 10 itu meningkat. “Enggak terkejut saya. Soalnya dalam latihan saya sudah lihat, ‘wah ini anak meningkat’ terus saya memang mau kasih jam terbang yang banyak juga buat dia,” bebernya.

Di laga selanjutnya, Rabu (2/10) sore mereka akan berhadapan dengan tuan rumah BPD DIY Bima Perkasa. Coach Meldi memprediksi laga bakal ketat karena timnya dan Bima sama-sama kuat dan sudah tahu kekuatan satu sama lain. “Paling pertandingannya ketat besok itu, seru soalnya,” tutup Coach Meldi.