Bima Perlasa Academy tidak hanya memberikan program latihan mandiri pada murid selama pandemi Covid-19. Baru-baru ini mereka juga membuka kelas Individual Skill dengan protokol kesehatan ketat. Kelas khusus ini sengaja sebagai alternatif kegiatan positif anak selama pandemi sekaligus menjaga kebugaran dan kesehatan. Manajer Bima Perkasa Academy, Fika Nurazzam Wirastuti, membeberkan kelas ini maksimal dihadiri empat murid di lapangan dengan waktu 90 menit per sesi.

“Kelas ini fokus untuk menguatan individual skill dan gerakan-gerakan fundamental. Mumpung belum ada pertandingan, adik-adik di Bima Perkasa Academy bisa mengerti kekurangan, apa yang perlu diperkuat atau dimaksimalkan,” terang Fika Kamis.

Setelah delapan kali pertemuan tim pelatih akan menggelar ‘ujian’ bagi para murid yang mengikuti kelas khusus itu. “Setelah ujian, kami buka hasilnya ke mereka. Apa saja kurangnya. Orang tua dan murid sendiri bakal tahu perkembangan murid selama latihan terbatas ini dengan adanya Laporan Perkembangan Murid Bima Perkasa Academy,” sambung Fika.

Situasi di Yogyakarta saat ini masih memaksa para murid menghindari kerumunan. Manajemen Bima Perkasa Academy juga terus menganjurkan agar para murid beraktivitas atau latihan mandiri di rumah saja. Namun dalam tiga bulan terakhir, manajemen mendapat keluhan dari banyak orang tua murid bahwa anak-anak makin bosan di rumah lalu membuang waktu dengan bermain game.

“Di sisi lain, dasarnya anak muda ya kan, pasti mau main, cari keringet. Kami berpikir bagaimana caranya mereka berkegiatan positif saat ke luar rumah, itulah yang jadi dasar kelas ini. Tapi kami tetap menggunakan protokol kesehatan ketat selama kelas khusus,” jelasnya.

Sistem rapor satu-satunya akademi yang memiliki akses ke tim pro Indonesian Basketball League (IBL), khusunya Bank BPD DIY Bima Perkasa ini cukup detail. Dalam rapor anak-anak, tim pelatih memasang statistik perkembangan mereka. Tidak hanya angka tapi juga gambar agar para murid mengenali statistik sebagai elemen penting dalam dunia bola basket sejak usia dini.